Sabtu, 28 Januari 2017

The Truth

Baik saja tidak lah cukup, baik harus di selaraskan
dengan kebenaran yang hakiki, sedangkan kebenaran yang
hakiki hanya lah bersumber dari Allah Swt yang mengutus
Hambanya yang sempurna Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam
untuk menjelaskan,tafsirkan dan ajarkan Kitab Alquran sebagaimana mestinya.
Maka penting bagi kita, untuk melihat,membaca, berfikir, mengkaji, meneliti
apakah Ibadah yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan  Alquran dan Sunnah. Jika selama ini Ibadah kita tidak sesuai dengan Alquran dan Sunnah maka kemungkinan besar Ibadah kita tertolak.
seperti sabda  Nabi kita Muhamad Shallallahu 'alaihi wasallam
Nabi bersabda dalam hadits Muslim nomor 1718:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal ibadah yang tidak pernah kami contohan (kami ajarkan, kami terangkan, kami syari’atkan), maka amal ibadah tersebut tertolak.”
bukankah Allah turunkan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai suri tauladan? agar kita bisa mencontoh cara berakhlak dan beribadah benar.
Inilah yang disebut dengan Kehendak Allah yang telah menetapkan Islam sebagai agama kita dan Nabi Muhammad sebagai Rasulullah. sebagaimana firman Allah
Allah Azza wa Jalla berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah (wafat th. 774 H) menjelaskan, “Ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla terbesar yang diberikan kepada umat ini, tatkala Allah menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali.
Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا
“Dan telah sempurna kalimat Rabb-mu (Al-Qur-an), (sebagai kalimat) yang benar dan adil …” [Al-An’aam: 115]
Maksudnya benar dalam kabar yang disampaikan, dan adil dalam seluruh perintah dan larangan. Setelah agama disempurnakan bagi mereka, maka sempurnalah nikmat yang diberikan kepada mereka.
Maka dari itu saudaraku sudah spatutnya kita Menerima ketetapan itu dengan Ridho dan penuh syukur tanpa ada keraguan sedikit pun
picture_6